Risalah Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) #8 Puncak Acara Hari Ulang Tahun Ke-267 Kota Yogyakarta

     Pemerintah Kota Yogyakarta kembali menggelar Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) #8, pada Sabtu (7/10/2023). Event ini telah sukses digelar selama tujuh kali sebagai puncak acara Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Yogyakarta dan pada tahun ini adalah kali ke 8 Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) kembali digelar sebagai puncak perayaan HUT Kota Yogyakarta. Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) #8 merupakan karnaval jalanan (Art on The Street) yang menggabungkan antara tokoh dan lakon pewayangan. Penampilan ini melibatkan seni koreografi, busana, serta musik kontemporer. Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) #8 merupakan pertunjukan seni budaya tahunan yang jatuh pada tanggal 7 Oktober.  Gelaran ini diisi dengan pawai street art yang dimainkan oleh seniman dari 14 kemantren yang mengangkat cerita Pandawa Mahabhiseka yang diciptakan pada era Sri Sultan Hamengku Buwono X. Penokohan wayang yang diusung, yaitu Bathara Guru dan Para Bidadari, Ratu Sumengkoro dan Prajurit Raksasa Putri, Resi Garuda Pancaretno dan Cantrik, Kresna dan Para Pandawa, Garuda Malihan, Punakawan, Klanthang Kenya dan Para Raksasa Putri, Srikandi dan Bathari Uma, Duryudono dan Surowati, Suling Wasiat, Kurawa, Larasati, Istri Pandawa, dan Para Dewa.
     Cerita ini mengisahkan tentang Ratu Kerajaan Parangwiduri dan Ratu Sukmengkoro. Sang Ratu memerintahkan Patih Surawati untuk meminta restu kepada Sang Hyang Bathara Guru yang ingin menguasai para raja yang ada di jagad raya. Bathara Guru tidak merestuinya, sehingga terjadi peperangan antara para dewa dengan Surawati beserta prajurit raseksi. Para dewa berhasil dikalahkan, sehingga Bathara Guru memberi restu Ratu Sukmengkoro untuk menguasai jagat raya dengan syarat harus menyatu dengan Kerajaan Astina dan bisa mengalahkan Pandawa. Sementara, di Kerajaan Amarta, para Pandawa gelisah karena para istri Pandawa meninggalkan kerajaan dan akan mengadakan upacara Mahabhiseka, atas saran Prabu Kresna, maka Dewi Srikandi dan Larasati diutus untuk mencari para garwa Pandawa. Keduanya pergi ke pertapaan Candimulyo untuk meminta petunjuk keberadaan para garwa Pandawa. Resi Garuda Pancaretna yang sebenarnya jelmaan para istri Pandawa, memberi petunjuk bahwa Srikandi dan Larasati harus ke negara Astina untuk mengalahkan Ratu Sukmengkoro dan Wadya Raseksa yang sudah menyatu di Astina. 
    Akhirnya, terjadilah peperangan antara Astina dan Pandawa, yang menyebabkan Srikandi kalah dari Sumengkoro. Ia lantas dibantu oleh Garuda Pancaretna atas petunjuk Bathari Uma, Srikandi diberi pusaka suling yang kemudian dibunyikan oleh Semar. Suara suling pun mengubah wujud Garuda Pancaretna menjadi para garwa Pandawa dan membuat Dewi Arimbi dapat mengalahkan Ratu Sukmengkoro. Para Kurawa juga dapat dikalahkan oleh para Pandawa, hingga akhirnya upacara Mahabhiseka dapat dilaksanakan dengan disaksikan para Dewa. 
Pada Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) #8 memiliki dua titik start, yaitu di Jalan Pangeran Diponegoro dan Jalan Jenderal Sudirman. Sementara itu peserta Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) #8 melakukan persiapan di area MCDonald’s Sudirman dan Kemantren Jetis. Pawai dilaksanaksanakan sepanjang Jalan Sudirman sampai Tugu Yogyakarta dan Jalan Pangeran Diponegoro sampai Tugu Yogyakarta, di kawasan Tugu Yogyakarta peserta melaksanakan display pertunjukan, selanjutnya peserta bergerak ke selatan di Jalan Margo Utomo dan finish di sekitaran Kantor Kedaulatan Rakyat (KR). Turut hadir dalam agenda ini yaitu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI yang diwakili Direktur Event Daerah Kemenparekraf RI, Gubernur DIY, Wakil Gubernur DIY, Sekretaris Daerah DIY, Forkopimda DIY, Pj. Wali Kota Yogyakarta, Dirut Badan Otorita Borobudur, Bupati Se-DIY, Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Yogyakarta, Kerabat Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan Puro Pakualaman, Kepala OPD di lingkungan Pemkot Yogyakarta, Peserta Jogja Fam Trip, masyarakat Kota Yogyakarta dan tamu undangan Lainnya.


     Sekitar pukul 18.00 WIB, sebelum acara Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) #8 digelar Masyarakat yang sudah memadati Kawasan Tugu Yogyakarta dan sepanjang Jalan Pangeran Mangkubumi  dihibur dengan penampilan dari Dexter Band yang membawakan lagu-lagu seperti "Yogyakarta" ciptaan Katon Bagaskara, "Pergilah Kasih" ciptaan Tito Sumarsono, "Sesuatu Di Jogja" ciptaan Adhitia Sofyan, "Film Favorit" ciptaan Eros Candra, "Kartonyono Medot Janji" ciptaan Deni Caknan, "Kamu Nggak Sendirian" ciptaan Tipe X, "Pingal" ciptaan Andi Prayanta dan saat Dexter Band beraksi, penonton Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) #8 yang berada di Area Panggung KR maupun Kawasan Tugu Yogyakarta yang menyaksikan lewat videotron tampak antusias dengan ikut bernyanyi bersama. Dexter Band merupakan band asal Yogyakarta yang mengusung konsep full entertainment live band.  Sekitar Pukul 19.00 WIB Gubernur DIY, Direktur Event Daerah Kemenparekraf RI, Pj. Wali Kota Yogyakarta bersama rombongan Tamu VIP lainnya memasuki lokasi acara. Tak lama berselang, Aga Prastowo dan Indria Sastrotomo yang bertindak sebagai MC membuka acara, dalam pengantarnya MC menjelaskan bahwa Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) #8 ini merupakan bagian dari 110 Kharisma Event Nusantara yang menyuguhkan karnaval jalanan dengan konsep street art. Acara kembali dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dimana seluruh Tamu Undangan, Panitia Petugas Keamanan dan Penonton berdiri dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
       Memasuki acara selanjutnya adalah sambutan dari Pj. Wali Kota Yogyakarta, Singgih Raharjo, S.H., M.Ed., dalam sambutannya Pj. Wali Kota Yogyakarta  mengungkapkan, diselenggarakannya Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) #8  kawasan Tugu Yogyakarta yang merupakan bagian penanda sumbu ini, merupakan salah satu upaya untuk melestarikan kekayaan budaya dan filosofi yang telah berabad-abad ada dan mengkomunikasikannya kepada dunia. “Kami sangat merasa senang dan bangga atas antusiasme yang sangat besar dari seluruh masyarakat baik masyarakat kota Yogyakarta, wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara akan penyelenggaraan event Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) #8 ini. Dengan harapan mampu menjalankan perekonomian yang positif bagi pendekatan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat atas kelestarian budaya sebagai identitas bangsa”, ungkapnya. 
      Kemudian acara Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) #8 ini dilanjutkan dengan menyaksikan sambutan dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A., melalui videotron. Dalam sambutanya Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A., menjelaskan bahwa “Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) #8  menjadi media dalam melestarikan wayang yang merupakan warisan budaya tak benda oleh UNESCO, Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) #8  diharapkan dapat menjadi atraksi wisata yang dinantikan para wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta sehingga berdampak pada meningkatnya kunjungan wisatawan dan perekonomian lokal.”


    Acara dilanjutkan dengan mendengarkan sambutan oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X, yang mengungkapkan bahwa “Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) #8 merupakan ajang interaksi antarbudaya tradisional-wayang dengan media modern-karnaval, tersaji dalam orkestrasi 14 kemantren, yang merefleksikan figur-figur pewayangan, dan dipancar-luaskan melalui live streaming. Karnaval ini diharapkan menjadi hiburan yang menyejukkan, untuk menggambarkan harmoni Yogyakarta. Dengan melibatkan 800 peserta dari berbagai latar belakang profesi, kita akan diajak untuk meresapi makna rangkaian cerita pewayangan, melalui visualisasi populer, karya kreatif warga Yogyakarta.” Selanjutnya Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) #8 secara resmi dibuka oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X, dengan pemukulan gong yang didampingi Direktur Event Daerah Kemenparekraf RI, Drs. Reza Pahlevi, M.Si., dan Pj. Walikota Yogyakarta, Singgih Raharjo, S.H., M.Ed.
      Sebelum karnaval dari 14 Kemantren dimulai, penonton dan tamu undangan dihibur oleh penampilan dari Tim Kreatif Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) #8 yang membawakan Tarian Pembuka “Lakon Resi Garuda Poncoretno”, penampilan dari Tim Kreatif Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) #8 semakin menyemarakan suasana di Kawasan Tugu Yogyakarta. Mengawali pertunjukan pada sesi pertama adalah Kemantren Umbulharjo yang membawakan Tokoh Bathara Guru dan Para Bidadari. Kemantren Umbulharjo menjadi peserta pertama yang tampil dalam Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) #8, masuk dari Jalan Jendral Sudirman penampilan Kemantren Umbulharjo disambut meriah oleh para penonton, dalam penampilannya kostum bernuansa merah dan putih. Penampilan kedua adalah Kemantren Danurejan yang membawakan tokoh Ratu Semungkoro dan Prajurit Raksasa Putri, dalam penampilannya Kemantren Danurejan mengenakan kostum bernuansa merah dan hitam dan kebanyakan penampil adalah perempuan yang merepresentasikan sosok Raksasa Putri. Selanjutnya masuk dari Jalan Jendral Sudirman adalah Kemantren Gondomanan yang membawakan tokoh Resi Garuda Pancaretno dan Cantrik dalam penampilannya membawa maskot berupa burung garuda yang dibawa dengan kereta dorong. Disusul Kemantren Kraton yang membawakan tokoh Krisna dan Para Pandawa, dalam penampilannya mengkombinasikan unsur-unsur punk seperti backsound pertunjukan dan kostum yang dikenakan saat pertunjukan.
     Pertunjukan kembali dilanjutkan, masuk dari Jalan Jendral Sudirman adalah Kemantren Mantrijeron yang membawakan tokoh Garuda Malihan dalam penampilannya mengenakan kostum berwarna merah dan kuning dan membawa maskot berbentuk burung garuda dengan ukuran besar yang dipikul beberapa laki-laki. Masuk dari Jalan Pangeran Diponegoro adalah Kemantren Pakualaman yang membawakan tokoh Punakawan, dalam penampilannya Kemantren Pakualaman membawa maskot Bagong, selanjutnya  3 orang peserta yang memerankan tokoh Petruk, Semar serta Gareng bersepeda berkeliling Tugu Yogyakarta dan menyapa penonton. Selanjutnya adalah penampilan dari Kemantren Gondokusuman yang membawakan tokoh Klanthang Kenya dan Para Raksasa Putri, dalam penampilannya Kemantren Gondokusuman banyak memanfaatkan koran bekas dan pisang kering sebagai salah satu komponen dalam kostum penampilannya. Sebagai ice breaking penonton dan tamu undangan diajak untuk menyaksikan penampilan dari Tim Kreatif Wayang Jogja Night Carnival yang membawakan Tarian Cakil Wedok. Masuk dari arah Jalan Jendral Sudirman Para Penari dari Tim Kreatif Wayang Jogja Night Carnival masuk ke lokasi pertunjukan dengan berlari dan melakukan pertunjukan di depan Tenda VIP, dalam pertunjukannya Tarian Cakil Wedok banyak menampilkan banyak gerakan akrobatik.
      Mengawali pertunjukan pada sesi kedua Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) #8  adalah penampilan dari Kemantren Mergangsan yang membawakan tokoh Srikandi Bathari Uma, dalam melakukan pertunjukannya Kemantren Mergangsan memadukan sepatu roda dan bakiak pada setiap personilnya. Masuk dari arah Jalan Jenderal Sudirman adalah Kemantren Jetis yang membawakan tokoh Duryudono, dalam pertunjukannya Kemantren Jetis banyak memanfaatkan plastik bekas untuk kostum pertunjukannya. Setelah Kemantren Jetis selesai melaksanakan pertunjukan, pertunjukan kembali dilanjutkan dengan penampilan dari Kemantren Gedongtengen yang membawakan tokoh Suling Wasiat, dalam penampilannya Kemantren Gedongtengen menggunakan kostum yang dipadukan lampu led yang ditempelkan pada kostumnya. Penampilan selanjutnya adalah Kemantren Tegalrejo yang membawakan tokoh Kurawa, dalam penampilannya mengusung kostum dengan nuansa warna merah. Masuk dari arah Jalan Pangeran Diponegoro adalah  Kemantren Ngampilan yang membawakan tokoh Larasati, sebagai informasi Larasati merupakan Istri Arjuna dan lebih dikenal dengan Dewi Rarasati. Menyusul Kemantren Ngampilan adalah Kemantren Wirobrajan yang membawakan tokoh Istri Pandawa yaitu Dewi Drupadi. Mengakhiri Penampilan dari 14 Kemantren adalah Kemantren Kotagede yang membawakan tokoh Para Dewa, dalam pertunjukannya sosok dewa menaiki naga dan diarak mengelilingi Tugu Yogyakarta, selain itu dalam pertunjukannya Kemantren Wirobrajan juga memadukannya dengan penari sufi yang terus menari selama pertunjukan di depan tenda VIP dan menyusul penampilan Kemantren Wirobrajan adalah melintasnya terakhir adalah vehicle kraton amarta yang masuk dari sisi timur sebagai penutup pertunjukkan Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) #8.
      Tak lama setelah vehicle kraton amarta melintas, Aga Prastowo dan Indria Sastrotomo yang bertindak sebagai MC menutup gelaran Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) #8 2023. Selanjutnya ratusan pelajar melakukan flashmob di area tugu depan tenda VIP. Setelah itu disusul dengan peluncuran kembang api di sekitar kawasan Tugu Jogja yang disambut penonton bertepuk tangan dengan meriah. Dari panggung KR acara ditutup dengan dexter band yang membawakan 2 buah lagu yaitu “Nemen” dan “Koyo Jogja Istimewa”.

      Penonton tumpah ruah di sekitar kawasan Tugu Jogja dengan berfoto, berjoget, bernyanyi menikmati lagu-lagu yang dibawakan dexterband melalui videotron. [07/23, A.N. Tim Dokumentasi dan Peliputan]